Kemarin malam, saya diperlihatkan Synaps edisi cetak yang diterbitkan oleh kawan-kawan Nymphaea. Judul tulisan ini juga sebetulnya diilhami oleh tulisan yang sepintas saya baca di Synaps edisi cetak itu. Mungkin saya bisa menyumbang lebih dengan tulisan ini. Insya Allah.
Hari Bumi Dulu
Mungkin sudah cukup banyak dari kita yang pernah mendengar sejarah perayaan Hari Bumi, seperti juga yang diangkat oleh Synaps edisi cetak yang baru. Tapi saya akan mengulasnya sedikit saja di sini.
Hari Bumi pertama yang dirayakan pada tanggal 22 April 1970, terjadi atas prakarsa senator Gaylord Nelson. Selama bertahun-tahun beliau ‘bergerilya’ dari kampus ke kampus, dari komunitas ke komunitas, mengkampanyekan tentang kesadaran lingkungan, dan bagaimana pandangan pemerintah Amerika Serikat yang saat itu ‘menomorduakan’ isu-isu lingkungan. Padahal di seluruh penjuru Amerika Serikat saat itu, tanda-tanda penurunan lingkungan telah terlihat. Sejarah kemudian mencatat aksi damai yang diikuti oleh 20 juta orang di seluruh Amerika Serikat pada tanggal 22 April 1970, yang bertujuan untuk menekan pemerintah (saat itu Presiden Kennedy), untuk memasukan masalah-masalah lingkungan sebagai agenda politik yang juga harus diperhatikan. Sejarah lengkapnya bisa dilihat di situsnya
Isu kesadaran lingkungan ini juga tidak lepas dari peran buku terkenal yang ditulis Rachel Carlson: Silent Spring yang terbit tahun 1962. Bahkan pada sebuah publikasi yang dibuat oleh International Institute for Sustainable Development, disebutkan bahwa:
The book’s release was considered by many to be a turning point in our understanding of the interconnections among the environment, the economy and social well-being. Since then, many milestones have marked the journey toward sustainable development
Hari Bumi Sekarang
Sekarang, setelah 35 tahun berselang, dan di tahun-tahun yang lalu, Hari Bumi tidak hanya diperingati oleh masyarakat Amerika, tapi masyarakat di berbagai negara, sebagai sebuah komunitas global. Tercatat dari data Earthday Network, Hari Bumi tahun 2004 lalu dirayakan di 175 negara, oleh sekitar 15.000 organisasi, dan diikuti oleh lebih dari 500 juta orang! We are definietly not alone!
Perlu dicatat juga, bahwa data ini adalah data kegiatan yang dikoordinasikan dengan Earthday Network . Belum lagi organisasi-organisasi lokal yang tidak berkoordinasi langsung dengan Earthday Network.
So….?
Hari Bumi bukan cuma hari dimana kita, mengutip kata-kata temen saya, ‘melakukan hal-hal baik pada bumi’ . Hari Bumi bisa dilihat sebagai hari di mana kesadaran mengenai perubahan kondisi lingkungan mengembang dan meluas di masyarakat biasa (grassroot).
Lebih dari itu hari bumi adalah hari di mana perubahan-perubahan besar, terutama di bidang lingkungan, dimulai. Dan aktor-aktor perubahan itu adalah masyarakat biasa. Hari bumi membawa pesan bahwa: anda tidak perlu menjadi siapa-siapa untuk membuat perubahan. Dan perubahan dapat dicapai dengan sinergi. Semangat inilah yang dari tahun ke tahun terus dipelihara.
seperti yang dikatakan Senator Gaylord Nelson:
Earth Day worked because of the spontaneous response at the grassroots level. We had neither the time nor resources to organize 20 million demonstrators and the thousands of schools and local communities that participated. That was the remarkable thing about Earth Day. It organized itself.
Banyak kebijakan-kebijakan pemerintah politik dan hukum di Amerika Serikat yang muncul setelah aksi damai 22 April 1970 ini. Mulai dari terbentuknya Greenpeace di Kanada - sebuah organisasi fenomenal dengan aksi-aksi ‘nekatnya’ - satu tahun kemudian. Di tingkat dunia, UNEP (United Nations Environment Programme) dibentuk setelah konferensi PBB di Stockholm tahun 1972, yang diikuti juga dengan pembentukan lembaga perlindungan lingkungan hidup di beberapa negara. Isu sentral saat itu adalah pencemaran udara dan hujan asam di Eropa. Kesadaran pun mengembang semakin luas.
Dan tahun ini, satu minggu lagi, kita dan seluruh warga bumi di seluruh dunia akan kembali diajak mengevaluasi, apa yang telah kita lakukan terhadap bumi. Kembali mempersiapkan diri untuk bersinergi dan membuat perubahan: untuk bumi yang lebih baik!
piki - 98055

Sayangnya jumat pekan depan adalah hari libur, tadinya aku ingin survey di kebab nanyain “Sekarang hari apa?”
Omong-omong, untuk membuat perspektif baru mengenai aktivis lingkungan, silakan baca ’state of fear’ michael crichton (ambil di folder botty –kompie prep tengah).. peringatan: siapkan nafas panjang…
Comment by redaktur — 16 April 2005 @ 1:41 pm
…untuk bumi yang lebih baik !
mungkin bisa juga dikatakan, untuk kehidupan manusia yang lebih baik !, atau untuk bumi yang lebih baik bagi manusia !
maaf kalo terkesan sedikit antroposentris, tapi emang..
saya keinspirasi sama cerita ‘banjir’ di hutan tropis, dimana pada waktu hujan, air bisa meluap hingga beberapa meter. That’s not disaster !! tapi banjir yang terjadi di jakarta (baru juga berapa meter..) udah disebut bencana, yang cuman ada dalam kamus manusia.
sudut pandang yang perlu diubah mungkin adalah anggapan bahwa alam butuh manusia..Ngga kan ? manusia hanya ‘menggoyang’ sedikit proses di alam, sebelum kemudian alam melakukan proses kesetimbangannya sendiri, sebut saja banjir, kekeringan, dsb. Itu merupakan proses alami, tapi buat manusia berakibat begitu besar. Lah wong gurun sahara aja dulunya subur, tapi sekarang, dengan jadi gurun, malahan terbentuk satu ekosistem baru.
kalo populasi serigala naik turun karena serigala makan banyak kelinci, itu dinamika yang ada di alam kan ? jadi kalo akhirnya populasi manusia berkurang dastris karena kerusakan yang kita timbulkan, itu juga dinamika..bahkan kalo manusia harus punah.
Jadi, kalo manusia butuh alam, itu iya banget ! masalahnya tinggal, bagaimana dengan bijak kita memanfaatkan SDA kita agar dapat terus digunakan hingga anak-cucu-cicit kita, sekaligus juga menjadikan alam tempat hidup yang nyaman bagi kita..betul ?
angga
Comment by angga — 18 April 2005 @ 2:36 pm
bahkan.. (padahal nggak nyambung) pernyataan biophilia—cinta kehidupan—pun bisa dibilang antroposentris. Bumi tidak peduli apakah anda cinta kehidupan atau cinta uang
Pernyataan bumi yang “lebih baik” malah saya anggap sebagai pernyataan “sepihak” dari seorang anak manusia yang melakukan penilaian atau pengamatan terhadap alam.
Bumi dan mahluk yang menghuninya telah senantiasa bersujud (dalam bahasa kitab sutji) tanpa peduli dibilang beriman atau tidak (teu nyambung pisan). Arrrtinya: saya sepakat dengan pengamatan Angga nan bijak bahwasanya bumi dan mahluknya bergulir demikian adanya. Pernyataan romantis penyelamatan bumi adalah hasil kecongkakan kita yang merasa mampu mengatur bumi. Maka sebagai mahluk yang mampu mengusik bunda bumi—namun juga mampu berpikir untuk bertindak secara berkelanjutan, seyogianya bertindak arif dan menjaga keharmonisan dengan mother earth tanpa pamrih —seperti bunda (bumi).
Comment by rakyat — 18 April 2005 @ 7:38 pm
daya mengakui kalau pernyataan di atas telah bagus dan bahkan telah memberi kontribusi yang cukup apresiatif bagi kami dalam rangka merefleksikannya. namun yang menjadi permasalahan adalah sampai saat ini belum ada langkah yang pasti baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk bagaimana mengembalikan dan paling tidak mencari dan mengurangi penyebab kerusakan yang terus-menerus melanda dunia pada umumnya.
Comment by adi — 10 April 2008 @ 4:47 am